Orang Romawi mulai mempelajari filsafat sejak sekitar 200 SM. Ketika itu, bangsa Romawi menaklukan Yunani, karena itu banyak prajurit dan jendral Romawi yang melakukan kontak dengan para filsuf Yunani.
Bangsa Romawi menyadari bahwa filsuf Yunani semacam Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah banyak berkontribusi untuk filsafat. Beberapa orang Romawi menjadi tertarik, dan pada sekitar 50 SM, orang Romawi mulai menulis filsafat mereka sendiri, meskipun sebagian besarnya masih merupakan terjemahan dari bahasa Yunani ke bahasa latin. Sementara itu Perempuan tidak diperbolehkan belajar filsafat.
Salah satu orang Romawi pertama yang menulis mengenai filsafat adalah Lucretius. Ia mengikuti pandangan filsafat Epikurean Yunani. Dia menulis sebuah syair panjang berjudul Sifat Benda, yang menjelaskan mengenai filsafat Epikurean dalam bahasa latin untuk orang yang tidak bisa berbahasa Yunani.
Filsuf Romawi lainnya adalah Cicero yang menulis filsafat pada waktu yang hampir sama dengan Lucretius. Cicero merupakan filsuf skeptis. Seperti orang Skeptis lainnya, Cicero berpikir bahwa kita harus mempertanyakan setiap gagasan atau fakta yang kita dapatkan, dan harus selalu bertanya, "Bagaimana mereka tahu itu?" atau "Bagaimana mereka yakin?" atau "Bagaimana dengan hal lainnya?". Cicero mencoba menggunakan filsafat untuk membuat manusia berpikir lebih logis, supaya mereka bisa lebih baik dalam membuat keputusan dalam pemerintahan. Namun Cicero juga mengikuti beberapa gagasan Stoik, terutama bahwa manusia harus mencoba menjadi sebaik mungkin.
Pada masa-masa akhir Kekaisaran Romawi, banyak pria dan wanita yang mulai berpikir tentang dunia dalam sudut pandang Nasrani. Santo Augustinus dan Santo Ambrosius mempelajari filsafat dari masa sebelumnya dan berusaha menciptakan filsafat Nasrani yang bisa mencakup gagasan Nasrani maupun filsafat Yunani dan Romawi. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, orang-orang tetap berpikir mengenai gagasan tersebut, bahkan ada beberapa perempuan juga.
Kebudayaan Romawi merupakan salah satu dasar bagi pembentukan peradaban Barat Modern sekarang ini meliputi hasil-hasil kebudayaannya dalam berbagai hal, seperti sistem pemerintahan, sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan, bahasa dan seni sastra, hukum, serta arsitektur.
1. Sistem pemerintahan
Bangsa Romawi telah memperkenalkan sistem Republik yang demokratis yang dikendalikan oleh pemerintah pusat dengan perangkat pemerintahan yang lengkap dan diselenggarakan dengan tertib dan rapi.
2. Sistem kepercayaan
Awalnya ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan yang dianut masyarakat masih bersifat Animisme yaitu kepercayaan terhadap banyak roh. Peradaban Romawi mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk sistem kepercayaan mereka, dimana bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewi Yunani namun namanya saja yang disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan sangatlah berkembang pada masa Romawi Kuno dan berbagai jenjang pendidikan yang diadakan dengan lengkap dimana kurikulum sekolah telah mengajarkan bahasa latin, Yunani, cara membuat obat-obatan, dan cara-cara berpidato.
4. Bahasa dan seni sastra
Bahasa Latin berkembang di Eropa menjadi bahasa induk dari bahasa-bahasa lain yang ada di Eropa. Selain itu, seni sastra maju pesat yang memunculkan tokoh-tokoh seperti Tetius, Heracius, dan Ovidius.
5. Hukum
Bangsa Romawi menciptakan dan menerapkan sistem hukum yang kemudian banyak dijadikan pegangan bagi negara Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.
6. Arsitektur
Bangsa Romawi Kuno telah mampu membangun gedung-gedung indah dan megah, seperti Coloseum, dan Amphitheater, Parthenon, dan sebagainya dimana bangunan-bangunan tersebut dapat kita lihat hingga sekarang namun hanya berupa sisa-sisanya saja.
No comments:
Post a Comment
komentar