Search This Blog

Showing posts with label Saint. Show all posts
Showing posts with label Saint. Show all posts

5 Perusahaan Teknologi Ini Ingin 'Retas' Otak Manusia, Buat Apa

Hasil gambar untuk 5 Perusahaan Teknologi Ini Ingin 'Retas' Otak Manusia, Buat Apa

Kita sering menemui masalah di mana merasa kesulitan dan tidak optimal dalam belajar. Faktanya, optimalisasi otak seringkali selalu berbeda di tiap manusia.

Sekarang, berbekal teknologi yang sudah makin maju dan mesin diprediksi akan dengan mudah gantikan manusia, para ilmuwan berpikir bahwa otak manusia juga butuh upgrade.

Sebuah teknologi yang bernama brain hacking atau peretasan otak, sudah banyak diinisiasi oleh para ilmuwan. Hal ini bahkan telah disokong oleh Elon Musk hingga DARPA.

Namun, kita tentu tahu bahwa otak manusia adalah organ yang paling rumit yang pernah ada.

Kemampuannya sungguh luar biasa dan tentu untuk memaksimalkannya ilmuwan masih butuh riset yang tak ada habisnya. Siapa sajakah yang mencoba hal gila ini? Berikut ulasannya.


DARPA

DARPA, yang merupakan badan Pemerintah AS untuk mengembangkan teknologi militer, juga punya tujuan serupa.

Saat ini mereka sedang mengembangkan teknologi sensor otak, yang dikerjakan bersama Lawrence Livermore National Laboratory, yang diharapkan mampu membaca sinyal otak dan merangsang saraf manusia untuk melawan hilangnya memori.

Hal ini sangat penting bagi para tentara karena menurut data DARPA, lebih dari 270.000 orang tentara harus berjuang melawan cidera otak ketika berperang.

Oleh karena itu, para ilmuwan mencoba mengembangkan perangkat yang bisa dipasang di otak dan langsung menarget stimulasi neural dan membantu hilangnya memori karena cidera otak.


Neuralink

Tak cuma memiliki Tesla dengan mobil listrik revolusionernya, dan Space X dengan misi mendarat di Mars, Elon Musk juga memiliki startup lain dengan keinginan mengubah dunia: Neuralink.

Kali ini, ia ingin memasang sebuah chip di otak manusia.

Neuralink dalam situs web-nya menyebut bahwa mereka memiliki tujuan untuk "mengembangkan antarmuka otak-mesin bandwith ultra-tinggi untuk mengkoneksikan manusia dan komputer."

Tujuan paling akhir dan yang sudah sangat dekat ke ranah fiksi ilmiah di dunia nyata dari Neuralink adalah untuk mampu berkomunikasi dengan berjuta-juta orang lain yang otaknya sudah disisipi oleh mesin, hanya dengan 'pikiran.'


Kernel

Kernel adalah startup yang sedang mengembangkan teknologi memori protestik, di mana perangkat ini mampu membantuk kita mengingat apapun dengan sangat mudah. Jika telah berhasil, mereka akan mengkomnersilkan alat ini secara luas.

Ide ini datang dari petinggi venture capitalist OS Fund, Bryan Johnson, yang merelakan uang pribadinya sebesar 200 juta dolar didedikasikan untuk pengembangan teknologi ini.

Tujuan utamanya tentu soal medis, di mana Kernel ingin membantu para pasien dengan permasalahan otak untuk tetap berfungsi layaknya manusia normal.

Selain itu, Kernel juga ingin meluaskan cakupannya ke fase evolusi manusia yang memang harus berkompetisi dengan mesin.


Neurable

Tak seambisius DARPA ataupun Neuralink milik Elon Musk, startup ini berfokus untuk mengembangkan platform software yang dikontrol oleh otak untuk para produsen hardware atau software yang berbasis AR atau VR.

Jadi, jika Neurable telah berhasil mengembangkan perangkatnya, alih-alih menggunakan controller Oculus Touch atau perintah suara, Anda hanya tinggal berpikir saja untuk mengontrol kontennya.

Tujuan utamanya, hal ini tak hanya bisa diaplikasikan di dunia virtual, namun di dunia nyata. Seperti mematikan lampu atau menyalakan microwave hanya dengan pikiran.


Emotiv

Jika di berbagai film fiksi ilmiah, kita bisa mengontrol sesuatu menggunakan pikiran, Emotiv ingin melakukan hal tersebut di dunia nyata.

Startup tersebut mengembangkan sebuah neuro-headset yang mampu membuat para pengguna mengirimkan pikiran yang telah terkonsentrasi ke perangkat yang terkoneksi.

Headset ini bekerja dengan cara memindai otak kita untuk mendapatkan sinyal, dengan perangkat cerdas bernama Emotiv EEG dan dengan mudah kita bisa menggerakkan mobil mainan hanya dengan pikiran. Tujuan utamanya? Untuk membantu mereka yang terbatasi oleh disabilitas.

Asal muasal “Massa” menurut Kacamata FISIKA


Hasil gambar untuk fisika

"Asal muasal “Massa” menurut Kacamata FISIKA, Mengapa Ada Partikel yang Memiliki Massa (misal  Elektron) dan Mengapa Ada yang Tidak (misal  Foton)"

Menurut Ilmu Fisika, partikel Higgs lah yang menyebabkan adanya efek massa. Partikel Higgs diambil dari nama orang yang pertama kali merumuskannya, Peter W. Higgs.

Secara sederhananya, Partikel Higgs terdapat didalam benda yang bermassa (lebih tepatnya adalah partikel Higgs berinteraksi dengan sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki massa, seperti yang kamu akan ketahui setelah membaca artikel ini).  Sebelum kita membahas lebih jauh tentang partikel Higgs, pemahaman kita akan sangat terbantu dengan mengetahui medan Higgs. Apa itu medan Higgs?

Ketika persamaan-persaman tersebut dicoba untuk divisualisasikan, Scientist membuat suatu perumpamaan. Pada artikel ini akan divisualisasikan dengan cara yang paling sederhana dalam memahami partikel Higgs, yakni dengan perumpamaan lapangan salju.

- Seorang pemain ski akan meluncur di atas lapangan salju dengan lancar, dengan sedikit hambatan, dan dapat meluncur dengan mudahnya berlenggak lenggok diatas lapangan salju.

- Seorang wanita melangkahkan kakinya dengan sepatu salju, langkah kakinya menjadi melambat akibat salju.

- Seorang laki-laki dengan sepatu yang sangat berat (sepatu boot), akan berjalan dengan susah payah, setiap langkah demi langkahnya sangatlah lambat.

- Burung dapat terbang diatasnya tanpa menyentuh lapangan salju sama sekali dan kecepatan terbangnya tidak dipengaruhi sedikitpun oleh lapangan salju.


Medan Higgs = Lapangan salju.
Lapangan salju terdiri dari jumlah kristal salju yang jumlahnya tak terhitung, medan Higgs juga terdiri dari partikel Higgs yang tidak terhitung jumlahnya. Partikel yang berinteraksi dengan medan higgs akan memiliki massa.

- Seperti seorang pemain ski dalam ilustrasi sebelumnya, pemain ski memiliki papan ski yang menyebabkan interaksi gaya gesek menjadi sangat kecil, antara lapangan salju dan kaki pemain ski. Melalui ilustrasi tersebut, partikel electron berinteraksi dengan sangat lemah dengan medan Higgs, sehingga electron memiliki massa yang sangat kecil (9,109 × 10-31 kilogram). Dengan berat tubuh sebesar 60 kg, berat electron keseluruhan dalam tubuh kita hanyalah 21 gram.

-Seperti wanita yang memakai sepatu salju, gaya geseknya menjadi lebih besar dibandingkan memakai papan ski. Partikel quark yang membentuk proton dan neutron berinteraksi lebih kuat dengan medan Higgs, sehingga proton dan neutron memiliki massa yang lebih besar dibandingkan electron (1.6749 × 10-27 kg)

- Seperti seseorang laki-laki yang memakai sepatu berat (sepatu boots), maka ia akan berjalan terseok-seok dan sangat bersusah payah dalam melangkah. Partikel W dan Z (partikel neutrino) memiliki massa ribuan kali lebih besar dibandingkan proton atau neutron. Tetapi partikel neutrino bukanlah partikel pembentuk atom, melainkan partikel independen yang terdapat dimana-dimana diseluruh alam semesta ini.

- Seperti burung yang tidak menyentuk lapangan salju sama sekali, foton dan Gluon tidak berinteraksi sama sekali dengan medan Higgs, , sehingga foton dan gluon tidak memiliki massa.

50 tahun yang lalu, ahli fisika tidak habis pikir mengapa ada partikel yang memiliki massa dan partikel lainnya tidak. Sehingga seorang fisikawan Inggris bernama Peter W. Higgs merumuskan teori Higgs yang diterbitkan pada 1964 (jurnal terlampir). Fisikawan dan scientist telah mencari bukti konkrit adanya partikel tersebut sejak partikel tersebut pertama kali dirumuskan. Pencarian partikel higgs ibarat kita ingin mencari kristal salju (partikel penyusun salju yang terkecil yang berbentuk sangat indah), namun kita tidak pernah melihat kristal salju sebelumnya. Sekarang silahkan buktikanlah keberadaannya dengan meilihat tumpukan salju yang ada dilapangan salju. Tentu kita tidak akan pernah bisa melihat suatu kristal salju, jika kita tidak memisahkan salju yang menumpuk di lapangan salju tersebut.

Identik dengan partikel Higgs, sama kita juga tidak akan pernah melihat Higgs boson, dan tidak ada sensor yang dapat mengambil satu bagian terkecil dari medan higgs. Selama 50 tahun, ahli fisikawan telah membangun akselerator yang sangat besar  dengan biaya yang sangat luar biasa besar, jutaan triliun rupiah. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui penyusun suatu partikel yang pecah menjadi kepingan-kepingan partikel yang lebih kecil.

Salah satu akselerator terbesar di Dunia berada di laboratorium CERN, yakni Large Hadron Collider. Pada akselerator tersebut, proton dilesatkan pada suatu jalur dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya (pada jalur yang panjangnya sekitar 27 km dan berbentuk lingkaran, harus dipercepat dengan mengelilingi lingkaran tersebut berkali-kali agar kecepatannya mendekati kecepatan cahaya), untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca Buku Panduan Large Hadron Collider di lampiran di bawah artikel ini. Proton tersebut lalu dibuat untuk saling bertabrakan dalam ledakan yang hebat. Ketika bertabrakan, proton-proton tersebut meniadakan satu sama lain, membebaskan ledakan energi. Tetapi Einstein telah menjelaskan kepada kita bahwa massa adalah energy, E = mc2 dan Fisika memberi tahu kita bahwa energi tidak dapat dimusnahkan (hukum kekekalan energi). Ketika tercipta ledakan, maka tercipta pula pecahan-pecahan proton yang menjadi partikel baru. Terdapat detektor disekelilingnya dan dapat mendeteksi pecahan-pecahan partikel proton yang merupakan partikel baru tersebut. Diharapkan pecahan-pecahan partikel tersebut ada yang merupakan pecahan yang membentuk partikel Higgs. Sehingga proses tersebut diulangi hingga jutaan kali, bahkan puluhan juta kali, semuanya dilakukan sebelum 1 detik berlalu (baca Buku Panduan Large Hadron Collider dibagian lampiran). Dan tumbukan-tumbukan tersebut terus dilanjukan karena kita mencari sesuatu yang sangat-sangat jarang. Sekali setiap semilyar kejadian (tumbukan), sebuah partikel higgs muncul dan teramati. Peristiwanya tidak dapat dilihat secara langsung, karena harus dianalisa terlebih dahulu, menganalisa triliunan data! Sehingga tidak heran, dibutuhkan 4 tahun untuk dapat mengetahui munculnya partikel Higgs tersebut (dari September 2008 hingga Juli 2012).

Tantangan berikutnya muncul, partikel Higgs sangatlah tidak stabil, dan mudah memisah berubah menjadi partikel lainnya. Setelah jutaan triliyun tumbukan, partikel Higgs akan berakumulasi secara statistik untuk membentuk grafik distribusi (menyerupai suatu benjolan). Dengan data yang semakin banyak, benjolannya tumbuh melewati batas ketidakpastian statistic. Sebuah penemuan telah tercipta. Bentuk konkrit dari teori yang dirumuskan sejak 31 Agustus 1964, dan baru terbukti pada 4 Juli 2012, 48 tahun lamanya., Mengapa Ada Partikel yang Memiliki Massa (misal  Elektron) dan Mengapa Ada yang Tidak (misal  Foton)

Menurut Ilmu Fisika, partikel Higgs lah yang menyebabkan adanya efek massa. Partikel Higgs diambil dari nama orang yang pertama kali merumuskannya, Peter W. Higgs.

Secara sederhananya, Partikel Higgs terdapat didalam benda yang bermassa (lebih tepatnya adalah partikel Higgs berinteraksi dengan sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki massa, seperti yang kamu akan ketahui setelah membaca artikel ini).  Sebelum kita membahas lebih jauh tentang partikel Higgs, pemahaman kita akan sangat terbantu dengan mengetahui medan Higgs. Apa itu medan Higgs?

Ketika persamaan-persaman tersebut dicoba untuk divisualisasikan, Scientist membuat suatu perumpamaan. Pada artikel ini akan divisualisasikan dengan cara yang paling sederhana dalam memahami partikel Higgs, yakni dengan perumpamaan lapangan salju.

- Seorang pemain ski akan meluncur di atas lapangan salju dengan lancar, dengan sedikit hambatan, dan dapat meluncur dengan mudahnya berlenggak lenggok diatas lapangan salju.

- Seorang wanita melangkahkan kakinya dengan sepatu salju, langkah kakinya menjadi melambat akibat salju.

- Seorang laki-laki dengan sepatu yang sangat berat (sepatu boot), akan berjalan dengan susah payah, setiap langkah demi langkahnya sangatlah lambat.

- Burung dapat terbang diatasnya tanpa menyentuh lapangan salju sama sekali dan kecepatan terbangnya tidak dipengaruhi sedikitpun oleh lapangan salju.

Medan Higgs = Lapangan salju.

Lapangan salju terdiri dari jumlah kristal salju yang jumlahnya tak terhitung, medan Higgs juga terdiri dari partikel Higgs yang tidak terhitung jumlahnya. Partikel yang berinteraksi dengan medan higgs akan memiliki massa.

- Seperti seorang pemain ski dalam ilustrasi sebelumnya, pemain ski memiliki papan ski yang menyebabkan interaksi gaya gesek menjadi sangat kecil, antara lapangan salju dan kaki pemain ski. Melalui ilustrasi tersebut, partikel electron berinteraksi dengan sangat lemah dengan medan Higgs, sehingga electron memiliki massa yang sangat kecil (9,109 × 10-31 kilogram). Dengan berat tubuh sebesar 60 kg, berat electron keseluruhan dalam tubuh kita hanyalah 21 gram.

-Seperti wanita yang memakai sepatu salju, gaya geseknya menjadi lebih besar dibandingkan memakai papan ski. Partikel quark yang membentuk proton dan neutron berinteraksi lebih kuat dengan medan Higgs, sehingga proton dan neutron memiliki massa yang lebih besar dibandingkan electron (1.6749 × 10-27 kg)

- Seperti seseorang laki-laki yang memakai sepatu berat (sepatu boots), maka ia akan berjalan terseok-seok dan sangat bersusah payah dalam melangkah. Partikel W dan Z (partikel neutrino) memiliki massa ribuan kali lebih besar dibandingkan proton atau neutron. Tetapi partikel neutrino bukanlah partikel pembentuk atom, melainkan partikel independen yang terdapat dimana-dimana diseluruh alam semesta ini.

- Seperti burung yang tidak menyentuk lapangan salju sama sekali, foton dan Gluon tidak berinteraksi sama sekali dengan medan Higgs, , sehingga foton dan gluon tidak memiliki massa.

50 tahun yang lalu, ahli fisika tidak habis pikir mengapa ada partikel yang memiliki massa dan partikel lainnya tidak. Sehingga seorang fisikawan Inggris bernama Peter W. Higgs merumuskan teori Higgs yang diterbitkan pada 1964 (jurnal terlampir). Fisikawan dan scientist telah mencari bukti konkrit adanya partikel tersebut sejak partikel tersebut pertama kali dirumuskan. Pencarian partikel higgs ibarat kita ingin mencari kristal salju (partikel penyusun salju yang terkecil yang berbentuk sangat indah), namun kita tidak pernah melihat kristal salju sebelumnya. Sekarang silahkan buktikanlah keberadaannya dengan meilihat tumpukan salju yang ada dilapangan salju. Tentu kita tidak akan pernah bisa melihat suatu kristal salju, jika kita tidak memisahkan salju yang menumpuk di lapangan salju tersebut.

Identik dengan partikel Higgs, sama kita juga tidak akan pernah melihat Higgs boson, dan tidak ada sensor yang dapat mengambil satu bagian terkecil dari medan higgs. Selama 50 tahun, ahli fisikawan telah membangun akselerator yang sangat besar  dengan biaya yang sangat luar biasa besar, jutaan triliun rupiah. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui penyusun suatu partikel yang pecah menjadi kepingan-kepingan partikel yang lebih kecil.

Salah satu akselerator terbesar di Dunia berada di laboratorium CERN, yakni Large Hadron Collider. Pada akselerator tersebut, proton dilesatkan pada suatu jalur dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya (pada jalur yang panjangnya sekitar 27 km dan berbentuk lingkaran, harus dipercepat dengan mengelilingi lingkaran tersebut berkali-kali agar kecepatannya mendekati kecepatan cahaya), untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca Buku Panduan Large Hadron Collider di lampiran di bawah artikel ini. Proton tersebut lalu dibuat untuk saling bertabrakan dalam ledakan yang hebat. Ketika bertabrakan, proton-proton tersebut meniadakan satu sama lain, membebaskan ledakan energi. Tetapi Einstein telah menjelaskan kepada kita bahwa massa adalah energy, E = mc2 dan Fisika memberi tahu kita bahwa energi tidak dapat dimusnahkan (hukum kekekalan energi). Ketika tercipta ledakan, maka tercipta pula pecahan-pecahan proton yang menjadi partikel baru. Terdapat detektor disekelilingnya dan dapat mendeteksi pecahan-pecahan partikel proton yang merupakan partikel baru tersebut. Diharapkan pecahan-pecahan partikel tersebut ada yang merupakan pecahan yang membentuk partikel Higgs. Sehingga proses tersebut diulangi hingga jutaan kali, bahkan puluhan juta kali, semuanya dilakukan sebelum 1 detik berlalu (baca Buku Panduan Large Hadron Collider dibagian lampiran). Dan tumbukan-tumbukan tersebut terus dilanjukan karena kita mencari sesuatu yang sangat-sangat jarang. Sekali setiap semilyar kejadian (tumbukan), sebuah partikel higgs muncul dan teramati. Peristiwanya tidak dapat dilihat secara langsung, karena harus dianalisa terlebih dahulu, menganalisa triliunan data! Sehingga tidak heran, dibutuhkan 4 tahun untuk dapat mengetahui munculnya partikel Higgs tersebut (dari September 2008 hingga Juli 2012).

Tantangan berikutnya muncul, partikel Higgs sangatlah tidak stabil, dan mudah memisah berubah menjadi partikel lainnya. Setelah jutaan triliyun tumbukan, partikel Higgs akan berakumulasi secara statistik untuk membentuk grafik distribusi (menyerupai suatu benjolan). Dengan data yang semakin banyak, benjolannya tumbuh melewati batas ketidakpastian statistic. Sebuah penemuan telah tercipta. Bentuk konkrit dari teori yang dirumuskan sejak 31 Agustus 1964, dan baru terbukti pada 4 Juli 2012, 48 tahun lamanya.

5 Misteri Luar Angkasa yang Belum Bisa Dipecahkan Ilmu Sains

Hasil gambar untuk Bintang Buatan Manusia Picu Kontroversi Astronom

Para ilmuwan belakangan ini sedang banyak mendapatkan gambaran bagaimana tentang keadaan di luar angkasa. Mulai dari pembuktian teori gelombang gravitasi, hingga penemuan air di Mars.

Namun, mungkin kita sebagai orang awam tidak menyadari bahwa pencapaian para ilmuwan dalam mengeksplorasi dunia di luar Bumi, ternyata baru tercakup sebagian kecil saja.

Banyak pertanyaan tentang luar angkasa yang 'tergeletak' begitu saja tanpa jawaban, sekalipun banyak sekali hal yang sudah tercapai.

Hal ini wajar, mengingat teknologi kita di Bumi hanya memungkinkan bagi ilmuwan kita untuk menjelajahi sudut-sudut galaksi Bima Sakti saja, tidak lebih.

Padahal di luar sana masih banyak hal lain yang belum akan terjamah dalam waktu dekat ini.

Berikut beberapa misteri luar angkasa yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan oleh ilmu sains sekalipun.

Hanya 5 Persen dari Alam Semesta

Apapun yang bisa kita lihat dari luar angkasa, ternyata hanyalah lima persen dari seluruh alam semesta. 95 persen sisanya adalah 'dark energy' dan 'dark matter.'

Ilmuwan selalu bertanya-tanya soal 'dark energy' dan 'dark matter', hingga belum menemukan sebuah jawaban akan hal tersebut.

Orang awam juga selalu bertanya, bagaimana kita tahu hal tersebut ada jika kita melihatnya saja tidak bisa? Ilmuwan pun masih mencari jawaban akan hal ini. Hal paling masuk akal untuk menjawabnya adalah: ilmuwan memang tak bisa melihat, tetapi misteri di baliknya mungkin akan terpecahkan suatu saat.

Sejauh ini, para ilmuwan berpikir bahwa 'dark energy' adalah sebuah kekuatan misterius yang menyebabkan alam semesta ini berkembang. Beberapa teori lain juga menyebutkan bahwa 'dark energy' adalah sebuah error besar dalam teori gravitasi di luar angkasa.

Sedangkan 'dark matter' adalah material yang tak terlihat, yang merupakan 'bahan dasar' yang sangat besar dari terciptanya galaksi.

Ilmuwan berpikir 'dark matter' ini ada, karena kekuatan gravitasi yang ada di galaksi ini jauh lebih besar dari yang kita kira, serta tak bisa diukur dari apa yang kita lihat saja.


Misteri Mars

Segala sesuatu yang berhubungan dengan Mars, masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Banyak yang memprediksi ada kehidupan di Mars, tetapi sudah punah.

Ada juga yang memprediksi kehidupan di Mars akan masih di tahap pembentukan, dan akan segera muncul.

Namun, semua teori itu sama sekali belum terbukti kebenarannya. Justru makin banyak penemuan soal Mars, semua makin terasa membingungkan.

Termasuk penemuan air di Mars beberapa waktu yang lalu. Hal ini sempat memunculkan teori bahwa di Mars dulu ada lautan, dan air seharusnya masih mengalir secara berkala.

Hal ini yang membuat Mars akan selalu dijejali manusia maupun robot untuk mengobservasinya, dan mencari tahu misteri-misteri lain yang ada di Planet Merah tersebut.


Sinar Kosmik

Sinar kosmik seringkali tiba di permukaan Bumi, tetapi  ilmuwan tak pernah tahu ia datangnya dari mana.

Sinar kosmik sendiri adalah radiasi dari partikel bermuatan tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi.

Sinar kosmik ini biasanya berupa elektron, proton, atau bahkan inti atom. Biasanya sinar kosmik ini berinteraksi dengan 'medium antar bintang,' atmosfer Bumi, lalu baru bisa dideteksi oleh detektor yang ada di Bumi.

Memang para ilmuwan mengerti sinar kosmik itu apa, bahkan mengerti sinar tersebut bepergian dari mana dan ke arah mana. Namun ilmuwan tak mengerti asal dari partikel berenergi tinggi yang membuatnya bisa fleksibel dalam bergerak dan menentukan arah di luar angkasa sana.


Sinyal Radio Fast Radio Burst

Terkadang jika para astronom sedang beruntung, mereka bisa mendengarkan gelombang radio yang hanya beberapa milidetik dari luar angkasa.

Sinyal ini dinamakan 'fast radio burst' atau FRB. Sama seperti sinar kosmik, FRB juga tidak diketahui asalnya. Bahkan banyak yang berasumsi, sinyal ini adalah kiriman Alien.

Dua jurnal terbaru punya pendapat berbeda soal FRB, satu menyatakan bahwa FRB muncul dari satu tempat yang sama.

Namun jurnal satunya berpendapat berbeda, dengan menyatakan bahwa FRB sebenarnya muncul dari bencana-bencana di luar angkasa yang tentu jarang terdeteksi.

Hal ini membuat FRB makin misterius, terlebih lagi metode untuk mencari tahu apa yang ada dibalik kemisteriusannya masih belum terlalu menunjang.


Partikel Matter Lebih Banyak dari Antimatter

Bagi orang yang awam, mungkin pengetahuan hanya sebatas pada jika partikel 'matter' dan 'antimatter' bertabrakan, maka dua partikel tersebut akan saling membinasakan.

Maka tak pernah dibayangkan jika ada jumlah seimbang antara partikel 'matter' dan 'antimatter' yang ada di alam semesta ini. Mungkin partikel itu sendiri pun tak pernah ada.

Berdasar pengetahuan yang sudah ada tentang kosmologi, ledakan Big Bang seharusnya memproduksi jumlah yang seimbang antara partikel 'matter' dan 'antimatter.'

Hal ini seharusnya membuat alam semesta ini adalah sesuatu yang kosong. Namun ternyata Big Bang memproduksi lebih banyak partikel 'matter' ketimbang 'antimatter.' Penyebab hal ini masih jadi misteri hingga saat ini.


Bintang Buatan Manusia Picu Kontroversi Astronom


Hasil gambar untuk Bintang Buatan Manusia Picu Kontroversi Astronom

Di luar angkasa, bintang pun bisa dibuat oleh manusia. Adalah Rocket Lab, perusahaan antariksa swasta asal Selandia Baru, yang belum lama ini menciptakan bintang buatan raksasa yang telah diluncurkan ke luar angkasa pada pekan lalu.

Objek berbentuk bola disko raksasa tersebut memiliki geodesi lebar hingga tiga kaki dan dibalut dengan 65 panel reflektor.

Saat di luar angkasa, ia akan memantulkan cahaya matahari ke seluruh tempat di Bumi. Karena itu, bintang buatan ini akan menjadi objek yang paling terang di malam hari. Rencananya, bintang buatan akan beroperasi dalam waktu sembilan bulan ke depan.

Bukannya dipuji, peluncuran bintang buatan bernama "Humanity Star" tersebut malah memicu kontroversi di kalangan astronom. Mereka geram dan tidak setuju karena Humanity Star justru akan mempersulit pekerjaan peneliti.

Menurut Richard Easther, astronom dari Universitas Auckland Selandia Baru, mengungkap polusi udara kini sudah menjadi masalah besar dengan penelitian mereka.

Lantas, keberadaan Humanity Star dan pantulan cahaya dari matahari justru semakin membuat peneliti semakin sulit bekerja.

"Ini jelas memberatkan kami. Dampak dari bintang buatan tersebut justru akan memberikan pantulan cahaya yang cukup menyilaukan mata. Kami meragukan bintang buatan tersebut akan membantu manusia di Bumi, malah justru akan menyulitkan," kata Easther.

"Lagipula, manusia yang hidup di Bumi sudah memiliki pola alam masing-masing, termasuk pergantian siang dan malam. Kita sebagai manusia tidak bisa mengubah kodrat alam seperti dengan menciptakan bintang buatan ini," tambahnya menerangkan.

Merusak Langit Malam

Pada kesempatan yang sama, astronom Columbia University David Kipping juga berpendapat serupa. Menurutnya, bintang buatan itu akan merusak langit malam karena cahayanya yang sangat terang.

"Ini adalah gagasan yang bodoh. Bintang itu memang akan membantu manusia untuk menerangi tempat-tempat di Bumi, tetapi mereka tidak memikirkan konsekuensi kalau cahaya bintang tersebut terlampau terang dan merusak langit di malam hari," tukas Kipping.

"Kita terbiasa melihat objek-objek alam seperti bulan dan planet lainnya, tampak lebih terang di langit malam hari. Lantas mengapa kita harus butuh bantuan bola disko ini? Kalau memang mau menerangkan Bumi, bangun saja lampu-lampu lebih banyak di jalanan," imbuhnya.

Matahari Buatan

Tak cuma bintang, matahari pun juga ada versi buatannya. Pada Maret 2017, Ilmuwan Pusat Antariksa Jerman menciptakan 'matahari' buatan yang ukurannya diklaim paling besar di dunia.

Mesin raksasa bernama "Synlight" tersebut kelak berfungsi menyediakan cahaya cadangan dengan tenaga solar, yang fungsinya sama dengan Matahari di Tata Surya.

Matahari buatan diciptakan dari 149 lampu sorot dengan teknologi energi kimia Xenon. Lampu ini biasanya digunakan di bioskop-bisokop untuk menciptakan cahaya alami yang menghangatkan.

Dilansir Mirror, matahari tersebut dibangun di fasilitas German Aerospace Centre. Bernhard Hoffschmidt, pimpinan proyek mengatakan matahari ini bisa memendarkan cahaya yang intensitasnya 10 ribu kali sama dengan Matahari sungguhan.

Ia mengungkap, suhu cahayanya bisa mencapai 3.000 derajat Celsius, di mana lampu akan dinyalakan pada satu titik dengan ukuran 20 cm x 20 cm.

Selain bisa menyediakan cahaya, Hoffschmidt juga mengutarakan bahwa tujuan perangkat ini adalah untuk memproduksi gas hidrogen. Diketahui, hidrogen adalah salah satu unsur bahan bakar yang potensial karena dapat menciptakan emisi non karbon ketika dibakar.

Ilmuwan Australia Temukan Cara Dengarkan Bunyi Black Holes

Hasil gambar untuk Ilmuwan Australia Temukan Cara Dengarkan Bunyi Black Holes

Para Ilmuan Australia telah mengembangkan metodologi baru yang mereka klaim akan memungkinkan untuk mendengar bunyi tabrakan lubang hitam (black holes) di lapisan ruang dan waktu alam semesta.

Terobosan yang diciptakan para peneliti di Melbourne, Australia  ini menjanjikan harapan baru mengenai awal-mula terciptanya alam semesta.

"Kami bukan hanya melihat lubang hitam di ruang angkasa terdekat, kami melihatnya dari zaman awal alam semesta ketika bintang-bintang baru saja tercipta," kata Dr Eric Thrane dari Monash University.

Disebutkan bahwa setiap tiga menit, di suatu tempat di alam semesta, dua lubang hitam bertabrakan satu sama lain.

Karena gravitasinya begitu dahsyat ketika lubang hitam bertabrakan, maka tatanan ruang dan waktu akan terguncang, mengirimkan gelombang gravitasi kecil melintasi kosmos.

Fisikawan pertama kali mendeteksi radiasi gelombang gravitasi ini pada tahun 2016, menggunakan instrumen LIGO di Amerika Serikat, penemuan itu pun mendapatkan Hadiah Nobel.

Tim astrofisikawan yang berbasis di Melbourne, Australia kini telah memanfaatkan terobosan tersebut, dengan mengembangkan teknik-teknik baru yang mereka klaim akan memungkinkan mendengarkan bunyi latar belakang dari lubang hitam yang bertabrakan di seluruh kosmos.

Kemampuan mendengarkan bunyi begitu banyak lubang hitam kecil yang semakin jauh dari Bumi akan memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi lebih dalam sejarah alam semesta kita.

Mengenal Kondisi Paling Ekstrem Alam Semesta

Ini kata fisikawan Silvia Biscoveanu dari MIT di Amerika Serikat yang berada di Australia untuk bekerja dengan para peneliti Melbourne.

"Gelombang gravitasi bukanlah gelombang suara. Tetapi kita dapat merepresentasikannya sebagai suara. Jadi kita bisa mendengar seperti apa bunyi dari lubang hitam yang bertabrakan satu sama lain," katanya kepada ABC.

Bukti langsung dari adanya gelombang gravitasi itu, merupakan sesuatu yang dalam pemikiran Albert Einstein, tidak akan pernah mampu kelola. Tapi seperti apakah itu?

Hingga dideteksi pertama kalinya pada tahun 2016, bahkan tak sedikit fisikawan yang meragukan kemampuan detektor LIGO mendengarkan tabrakan lubang hitam tersebut.

Sekarang, para peneliti di Australia mengatakan bahwa dengan memanfaatkan kekuatan superkomputer besar di Swinburne University, memungkinkan mereka untuk mendengarkannya lebih dekat lagi.

Teknik baru yang akan diterbitkan dalam jurnal Physical Review X ini meliputi pemilahan sejumlah besar data yang telah dikumpulkan detektor dan menghilangkan suara-suara di latar belakang.

"Ini memberikan kita pengenalan alam semesta dalam kondisinya yang paling ekstrim," kata Matthew Bailes, Direktur OzGrav Centre of Excellence for Gravitational Wave Discovery.

"Ini seperti saat kita menetapkan hukum fisika, dan bagi fisikawan hal itu merupakan hal menarik untuk diselidiki," paparnya.

Banyak orang berpendapat bahwa planet yang kita huni,Bumi, menyimpan sejuta misteri.

Hasil gambar untuk bumi tanda tanya


Ada banyak fenomena yang sejatinya lebih aneh dari apa yang manusia bisa bayangkan. Terkadang bahkan terasa tak masuk akal.

Meski demikian, fenomena tersebut tetap memiliki sisi menakjubkan, membuat orang-orang percaya bahwa Bumi, punya kekuatan ajaib.

Meski terkadang indah, namun tak jarang juga ada fenomena alam yang menyeramkan, bahkan terbilang membahayakan kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Dikutip dari Brightside, Jumat (6/4/2018), inilah 5 fenomena aneh yang pernah terjadi di Bumi.

1. Mata Raksasa di Sahara

Juga dikenal sebagai Richat Structure, "The Eye of Sahara" terlihat bagaikan mata raksasa yang muncul di Sahara, dekat Ouadane, Mauritania barat-tengah.

Setelah dilakukan penelitian, "The Eye of Sahara" berdiameter 40 km. Strukturnya seperti kubah (dome) yang terkikis. Pertama kali diketahui keberadaannya, fenomena ini ditafsirkan sebagai dampak asteroid.

Ahli geologi menyimpulkan, "The Eye of Sahara" terbentuk karena proses geologis. Sedangkan pusat kubah terdiri dari breksi silika.

2. Gunung Pelangi di China

Inilah lukisan alam yang dinilai luar biasa oleh sebagian besar orang di dunia: The Rainbow Mountains atau Pegunungan Pelangi. Terletak di Zhangye National Geopark, provinsi Zhangye Danxia, China, pemandangan di sana benar-benar menakjubkan.

Zhangye Danxia dikenal karena warna batu yang tidak biasa, halus, tajam dan menjulang beberapa ratus meter. Bebatuan ini adalah hasil dari endapan batu pasir, oksida besi, dan mineral lainnya yang terjadi selama 24 juta tahun. Hasilnya, mirip dengan kue lapis.

Seluruh batu-batu itu terhubung ke lempeng tektonik yang sama yang membentuk bagian-bagian pegunungan Himalaya. Angin, hujan, dan waktu menciptakan permukaan yang indah, termasuk menara, pilar, dan jurang, dengan berbagai warna, pola, dan ukuran.

3. Air Terjun Darah di Antartika

Banyak yang berpendapat bahwa Antartika adalah pusat dari kejadian misterius.

Ditemukan pada tahun 1911 oleh ahli geologi Australia, Griffith Taylor, warna merah Blood Falls atau Air Terjun Darah berasal dari besi yang teroksidasi di air laut. Besi menjadi merah ketika memiliki kontak dengan oksigen di udara.

Mulanya, warna merah pekat dianggap berasal dari ganggang merah. Tapi kemudian dikonfirmasi sebagai hasil dari oksidasi besi.

4. Api Biru Kawah Ijen di Indonesia

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen, dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut (mdpl), kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 hektar.

Danau kawah Ijen merupakan danau air asam terbesar di dunia. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Setiap dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru (dikenal juga sebagai api abadi), yang menjadi ciri khas Kawah Ijen.

Warna biru cerah api adalah hasil pembakaran gas sulfur pada suhu yang sangat tinggi, di atas 360 derajat Celcius. Ketika gas-gas ini bersentuhan dengan oksigen, partikel ini menjadi biru.

Pemandangan alami tersebut hanya terjadi di dua tempat di dunia, yaitu Islandia dan Ijen.

5. Air Terjun Bawah Laut di Mauritius

Mauritius adalah sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Hindia, 2.000 kilometer dari bagian tenggara benua Afrika. Di ujung pulau ini, tepatnya di barat daya, Anda bisa menemukan fenomena ilusi optik yang mengagumkan.

Jika dilihat dari atas, terlihat seperti ada pusaran bawah laut yang muncul di pesisir pantai. Pemandangan "air terjun" ini diambil dari satelit Google Map.

Pola air terjun ini disebabkan karena ombak yang menerjang pasir pantai, mengakibatkan pasir-pasir tersebut membentuk alur dan garis yang menyerupai curahan air terjun.

Meskipun bukan air terjun bawah laut sungguhan, tetapi pemandangan tersebut sangat menakjubkan.

Ke Mana Semua Kekuasaan Menghilang ?

Bidang politik pun semakin banya ilmuan yang meng-interprestasikan struktur politik manusia sebagai sistem pemprosesan data. Sebagai mana ...