Pergeseran bentuk pemerintahan di Yunani sedikit banyak mempengaruhi kekuasaan di Roma. Walaupun Romawi tergolong sebagai republik dan bukan demokrasi langsung sepertidi Yunani, orang Romawi memelihara konsep demokratis ini selama berabad-abad. Bentuk pemerintahan Romawi ini menginspirasi para filsuf dan pemikir politik dalam jangka panjang bahkan setelah Romawi runtuh. Seperti apa sih pemerintahan di Roma?
Sejarah Romawi kuno biasanya dibagi tiga, yaitu jaman kerajaan, jaman republik, dan jaman kekaisaran. Dalam artikel ini, gue akan lebih fokus ke zaman republik, karena di zaman inilah Roma berkembang paling pesat dengan daerah mencakup semenanjung Italia, Spanyol, Perancis, semenanjung Yunani, Asia (Turki) dan seluruh bagian utara dari Afrika.
Ngomong-ngomong apa sih artinya republik? Republik adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan dipegang oleh warga negara, tapi diwakilkan kepada sebagian kecil orang yang dipercaya untuk membuat keputusan untuk semua orang. Orang-orang ini dipilih untuk jangka waktu tertentu dan mengatur urusan yang spesifik. Kalo istilahnya sekarang di Indonesia itu adalah DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).
Di era Romawi ini, kekuasaan melebur ke dalam satu badan yang bernama senat. Warga negara yang mau masuk ke dalam senat harus berumur minimal 32 dan punya kekayaan yang melebihi jumlah tertentu. Kekuasaan senat adalah menetapkan hukum yang berlaku dan keputusan lain (misalnya pergi berperang), dan semua anggota senat boleh beradu pendapat sebelum pengambilan suara dalam senat dilakukan. Di dalam senat, ada juga struktur kewenangan yang berurutan. Jalur politik ini dinamakan curcus honorum. Sistem ini menginspirasi banyak pemerintahan modern, dan Amerika Serikat masih menggunakan istilah senat sebagai salah satu cabang legislatif di pemerintahan.
No comments:
Post a Comment
komentar