Search This Blog

Pasang-Surut Demokrasi di Yunani kuno (sekitar 700SM - 400SM)

Hasil gambar untuk yunani kuno

Konsep demokrasi dilihat oleh para sejarawan dimulai dari zaman Yunani kuno, yang mulai menggunakan istilah demokrasi yang berasal dari kata demos (people) dan kratos (power). Istilah ini pertama digunakan di Athena (Yunani Kuno), ketika bereksperimen dengan bentuk pemerintahan di mana semua warga negara membuat hukum yang berlaku. Oleh karena itu, bisa dikatakan juga bahwa Athena adalah kota pertama yang memperbolehkan warga negara biasa untuk bisa memegang posisi dalam pemerintahan dan peradilan. Secara teori, semua warga negara boleh menyampaikan pendapat dan memberikan suara. Perubahan ini tentu ga terjadi instan dan terus dikembangkan oleh beberapa tokoh, seperti solon,Cleithenes,Pericle dan Ephialtes.

Solon, pemimpin Athena di tahun 594 SM secara revolusioner mengubah struktur pembagian kekuasaan. Kalau sebelumnya kekuasaan hanya melihat keturunan atau status keluarga (hanya orang dari keluarga terpandang yang memegang kekuasaan), Solon mencoba membagi menjadi beberapa kelas ekonomi. Dia membagi masyarakat Athena menjadi 4 kelas berdasarkan penghasilannya dalam setahun, dalam berat gandum kering. Kelas teratas menghasilkan 500 medimnos (ukuran sekitar ~50 liter) gandum, sedangkan kelas terbawah menghasilkan di bawah 200 medimnos. Hanya kelas terbawah yang dilarang memegang kekuasaan. 

Setelah beberapa perubahan tersebut, Yunani klasik sering disebut sebagai ‘direct democracy’ atau demokrasi langsung. Sebutan itu diberikan karena semua anggota ‘masyarakat’ bisa ikut berpendapat, ikut dalam pemerintahan, dan dalam pengambilan suara. Bukan hanya memilih pemimpin, tapi menentukan hukum mana yang dipakai dan mana yang dibuang. Namun, sebenarnya, Athena belum menerapkan konsep demokrasi yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Karena masih ada banyak orang yang tidak punya andil dalam pemerintahan. Perempuan, warga negara miskin, orang pendatang dan para budak tidak boleh punya suara dalam pemerintahan. Namun, pergeseran kekuasaan ini tetep signifikan. Sejak zaman Yunan Klasik, konsep demokrasi ini sempat jatuh-bangun dalam sejarah pusat peradaban dunia, bahkan sempat bergeser ke Monarki dan Aristokrasi lagi, setelah ditekan oleh Macedonia di abad 3 SM. Gagasan ini kemudian mulai populer lagi ketika era Republik Romawi.

No comments:

Post a Comment

komentar

Ke Mana Semua Kekuasaan Menghilang ?

Bidang politik pun semakin banya ilmuan yang meng-interprestasikan struktur politik manusia sebagai sistem pemprosesan data. Sebagai mana ...