Pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Sekarang, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan sebagai parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.
Terdapat beberapa definisi dari beberapa filsuf yang ada, diantaranya :
1. Alexander Baum Garton
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Aristoteles
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
3. Immanuel Kant
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
4. Leo Tolstoy
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat
merasakan apa yang dirasakan pelukis.
Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara yang efektif untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
- Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran, misalnya seni musik, suara, serta sastra seperti puisi dan pantun.
- Seni yang dinikmati dengan media penglihatan, misalnya lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak dan sebagainya.
- Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran, misalnya pertunjukan musik, pagelaran film.
Karya Seni
Semua masyarakat mengetahui bahwa sebuah seni merupakan sebuah karya. Dalam masyarakat non-negara (suku), seniman tidak dapat menuangkan hasil pemikirannya kedalam sebuah karya melainkan mereka harus bekerja sepanjang waktu dengan berburu dan mengumpulkan ikan dan kawanan ternak untuk makan malam. Di negara-negara maju atau yang sudah lebih berkembang pemikirannya, seniman adalah spesialis yang selama hidup karirnya dipenuhi dengan menghasilkan karya-karya seni yang rupawan. Kelengkapan artitstik atau penguasaan terhadap suatu karya seni ditentukan dan dikelola oleh standar formal maupun informal.
Banyak masyarakat non-negara yang memang terlahir dengan garis keturunan seni, dimana terlihat dalam beberapa hasil kerajinan yang dihasilkan seperti, kerajinan kulit, ukiran kayu, dan membuat tembikar. Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kerajinan akan mampu mendapat dukungan dari masyarakat non-negara maupun bernegara karena setiap karya yang dihasilkan itulah yang mengandung arti dan dalam setiap manusia yang dilahirkan pasti akan mempunyai keturunan darah seni.
Seni mengandalkan bakat individu yang dibentuk melalui arah yang disetujui secara sosial, dimana banyak minat yang datang dari masyarakat, karena bagaimanapun juga sebuah karya seni yang diciptakan harus mendapat pengakuan dari masyarakat. Karya seni dihasilkan oleh orang yang ahli bukan hanya sebagai pajangan tetapi dengan pengakuan masyarakat itulah yang membuat karya seni bisa menyebar dengan berbagai pemikiran yang lebih baik.
No comments:
Post a Comment
komentar