Search This Blog

Gelembung Energi Negatif Bisa Hancurkan Alam Semesta

Hasil gambar untuk Gelembung Energi Negatif Bisa Hancurkan Alam Semesta

Para peneliti di Universitas Harvard membuat temuan mengejutkan, dengan mempelajari apa yang sudah diketahui tentang massa partikel, dan bagaimana mereka berinteraksi.

Massa dari Boson Higgs, yang telah diteorikan sejak 1970-an dan ditemukan di Hadron Collider, diyakini menjadi 125 gigaelectronvolts, yakni ukuran energi yang digunakan dalam fisika akselerator partikel.

Namun, berkat pengolahan fisika kuantum -- hukum alam semesta yang menjelaskan interaksi partikel sub-atom -- massa ini mungkin tidak selalu konstan.

Para ahli berteori bahwa massa Boson Higgs saat ini, mungkin akan berubah suatu saat nanti.

Jika ini terjadi pada partikel kuantum, yang memberikan semua materi lain massanya, itu bisa menghancurkan semua proses yang membuat kehidupan di alam semesta kita menjadi mungkin.

Ini bisa menciptakan gelembung energi negatif yang meluas di mana hukum-hukum fisika seperti yang kita tahu, sepenuhnya dilenyapkan.

Gelembung ini akan terus berkembang hingga menyelimuti keseluruhan

Para peneliti di Universitas Harvard membuat temuan mengejutkan, dengan mempelajari apa yang sudah diketahui tentang massa partikel, dan bagaimana mereka berinteraksi.

Massa dari Boson Higgs, yang telah diteorikan sejak 1970-an dan ditemukan di Hadron Collider, diyakini menjadi 125 gigaelectronvolts, yakni ukuran energi yang digunakan dalam fisika akselerator partikel.

Namun, berkat pengolahan fisika kuantum -- hukum alam semesta yang menjelaskan interaksi partikel sub-atom -- massa ini mungkin tidak selalu konstan.

Para ahli berteori bahwa massa Boson Higgs saat ini, mungkin akan berubah suatu saat nanti.

Jika ini terjadi pada partikel kuantum, yang memberikan semua materi lain massanya, itu bisa menghancurkan semua proses yang membuat kehidupan di alam semesta kita menjadi mungkin.

Ini bisa menciptakan gelembung energi negatif yang meluas di mana hukum-hukum fisika seperti yang kita tahu, sepenuhnya dilenyapkan.

Gelembung ini akan terus berkembang hingga menyelimuti keseluruhan alam semesta.

Berbicara kepada tabloid New Scientist, Peneliti Harvard Anders Andreassen mengatakan: "Kami ingin memperbaiki semua perkiraan sebelumnya, dan mendapatkan tanggal yang tepat (untuk alam semesta)."

"Sungguh menakjubkan, membayangkan gelembung ini, dengan dinding energi negatifnya, meluncur ke arah kami dengan kecepatan cahaya. Kami tidak akan pernah melihatnya datang," lanjutnya. 

Sementara ini, mungkin kehancuran akibat gelembung negatif tampak terlalu mengada-ada. Meski kesenjangan dalam Model Standar memang memungkinkan ruang untuk itu terjadi, setidaknya secara matematis.

No comments:

Post a Comment

komentar

Ke Mana Semua Kekuasaan Menghilang ?

Bidang politik pun semakin banya ilmuan yang meng-interprestasikan struktur politik manusia sebagai sistem pemprosesan data. Sebagai mana ...