Pemahaman fisika kita saat ini belum dapat menjelaskan operasi materi gelap atau energi gelap, kekuatan teoritis dan partikel yang diperlukan agar alam semesta berfungsi.
Beberapa teori untuk mengisi celah-celah ini, dapat digunakan untuk melihat alam semesta memanjang tanpa batas sepanjang waktu, dengan akhir yang tidak terlihat.
Namun, seorang ahli percaya bahwa kehancuran alam semesta adalah kemungkinan yang lebih besar. Gelembung negatif, apabila dikaitan dengan teori lubang hitam, cukup untuk memicu proses tersebut.
Lubang hitam berbentuk begitu padat dan tarikan gravitasinya sangat kuat, sehingga tidak ada bentuk radiasi yang dapat menghindarinya, bahkan pada cahaya sekalipun.
Lebih lanjut, lubang hitam bertindak sebagai sumber gravitasi yang kuat, yang mengangkat debu dan gas di sekitarnya. Tarikan gravitasi kuat dari sumbu supermasif dianggap sebagai bintang di orbit galaksi.
Ruth Gregory dari Universitas Durham, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa kelengkungan ruang-waktu di sekitar lubang hitam mikroskopis, bisa memicu runtuhnya Boson Higgs.
Seandainya ini terjadi, menurut Gregory, sepertinya manusia tidak akan pernah tahu kedatangannya, karena begitu cepat.
Apa yang bisa dilihat tentang alam semesta dari Bumi, adalah potongan kecil dari apa yang ada di luar tata surya kita. dan bahkan galaksi.
Kita dapat mengamati alam semesta hingga jarak sekitar 13,8 miliar tahun cahaya.
Namun, sebuah perhitungan, berdasarkan ekspansi alam semesta sejak Big Bang, menggambarkan alam semesta yang dapat diamati sebagai sebuah lingkup sekitar 92 miliar tahun cahaya.
Sementara penelitian lain, yang dilakukan oleh University of Oxford pada 2011, berdasarkan analisis statistik dari semua hasil yang diketahui pada ukuran alam semesta, menempatkan jarak pengamatan sekitar setidaknya tujuh triliun tahun cahaya.
"Untuk semua yang kita tahu, kehancuran alam semesta mungkin sudah terjadi, dan kita telah tertinggal jauh untuk mengetahui kapan hal tersebut sampai ke Bumi," jelas Gregory.
Temuan lengkap tentang hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Physical Review D.
No comments:
Post a Comment
komentar